BID’AH

TANDA-TANDA AHLI BID’AH

1.  Berpecah Belah

Salah satu tanda yang paling menonjol dari mereka dan menjadi asas dan syiar bagi mereka ialah berpecah belah, berselisih, ber-firqah-firqah atau berkelompok-kelompok atau membuat sekte-sekte dan seterusnya. Yang pada hakekatnya mereka telah memisahkan diri dari jama’ah, yakni jama’ah para Shahabat, yang berjalan di atas manhaj yang haq dengan membuat kelompok-kelompok tertentu atas nama Islam. Mereka mengajak kepada kelompoknya, ber-wala (loyalitas) dan bara’ (berlepas diri) atas nama kelompoknya.

2.  Mengikuti hawa nafsu

Salah satu tanda yang paling menyolok daru ahli bid’ah ialah mengikuti hawa nafsu yang mereka telah menjadikannya sebagai tuhan. Salah satu kaidah besar, ahlus sunnah wal jama’ah tegak dengan ilmu dan keadilan. Sedangkan ahli bid’ah dengan kebodohan dan hawa nafsu.

3.  Mengikuti dan mengambil ayat-ayat mutasyaabihaat.

Salah satu tanda ahli bid’ah yang telah di jelaska oleh Allah dan Rasul-Nya, mereka mengambil ayat-ayat mutasyaabihaat untuk menyesatkan manusia, dan merubah maksudnya sesuai dengan maksud-maksud mereka demi memperkuat bid’ah mereka ber-hujjah dengan Al Qur’an ? padahal Al Qur’an menjadi hujjah akan kesesatan mereka.

4.  Menolak Sunnah dengan Al Qur’an

5.  Kebencian mereka terhadap ahli hadits yaitu Ahlus

Sunnah Wal Jama’ah

6.  Memberikan julukan-julukan yang buruk kepada Ahlus

Sunnah Wal Jama’ah

7.  Tidak mau mengikuti manhaj salaf

8.  Mengkafirkan orang yang menyalahi mereka tanpa dalil

9. Mereka berpegang dengan hadits-hadits lemah, palsu dan

hadits-hadits yang tidak ada asal usulnya.

10. Sebaliknya mereka menolak hadits-hadits Shahih

seperti riwayat Bukhari dan Muslim dan lain-lain dengan

beberapa alasan yang lemah dari rumah laba-laba.

Diantaranya :

a) Mereka menolak hadits atau sunnah beralasan dengan ayat-ayat Al Qur’an.

b) Mereka menolak dan membatahnya dengan akal mereka

c) Mereka menolak hadits ahad sebagai hujjah di dalam Aqidah.

d) Mereka menolaknya dengan melemparkan tuduhan-tuduhan yang sangat keji kepada perawi-perawi hadits-hadits shahih di mulai dari para Shahabat, Tabi’in dan seterusnya.

e) Mereka menolaknya dengan mengatakan bahwa hadits-hadits ini tidak sesuai lagi pada zaman sekarang?

f) Mereka menolaknya dengan mengatakan bahawa hadits-hadits ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern ?

11.  Mereka mendahulukan akal-akal mereka dari wahyu Al

Quran dan Sunnah

12.Kebodohan mereka terhadap bahasa Arab dan

kaidah-kaidahnya dalam menafsirkan Al Qur’an dan

Sunnah.

13.Kebodohan mereka terhadap nama-nama dan

lafazh-lafazh di dalam Al Qur’an dan Sunnah serta

hubungan atau kaitannya dengan Syara’, lughah

(bahasa ) dan uruf.

Ketahuilah ! Bahwa nama-nama dan lafazh-lafazh di dalam Al qu’an dan Sunnah ada 3 ( tiga ) macam :

1) Yang dapat di ketahui arti dan batasan dengan bahasa                    ( lughah) seperti lafazh matahari, bintang dan seterusnya.

2) Yang tidak bisa diketahui arti dan bahasanya kecuali dengan Syara’, (Agama ) seperti kewajiban-kewajiban syar’iyyah dan larangan atau pengharaman syar’iyyah seperti shalat, shaum, zakat, haji, riba, masyir (judi) dan lain-lain. Atau masalah besar seperti iman, islam, ihsan,syirik, kufur dan lain-lain.

3) Yang dapat dikenal arti dan batasannya dengan ‘uruf ‘ seperti nikah, jual beli, safar dan lain-lain. Maka, apa saja nama dan lafazh di dalam Al Qur’an dan Hadits yang telah datang tafsirannya atau penjelasannya arti dan batasannya dari Nabi yang mulia Shallallahu alaihi wa sallam seperti lafazh iman, islam , ihsan, kufur, nifaq, syirik, shalat, zakat dan seterusnya dari lafazh-lafazh syar’iyyah, maka kita tidak boleh ber- hujjah dan menafsirkannya sesuai dengan arti bahasa saja dan mengikuti perkataan- perkataan ahli bahasa setelah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita arti dan lafazh-lafazh di atas. Maka barang siapa yang menafsirkan dengan bahasa semata dengan tidak berpegang kepada tafsir dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, maka sesungguhnya ia telah tersesat dan termasuk ahli bid’ah dan tafsiranya tertolak. Adapun apabila syara’ arti atau batasan sebagian lafazh yang ada di dalam Al Qur’an dan Hadits, maka kita kembalikan kepada arti bahasa atau ‘ uruf ’.

Contohnya seperti lafazh safar, tidak ada penjelasannya dari syara’ maupun artinya menurut bahasa, maka para ulama mengembalikan arti safar dan batasannya sesuai dengan uruf. Apa yang di maksud oleh ‘uruf’ dengan safar, maka itulah yang di maksud oleh Al Qur’an dan hadits. Disinilah letak kesesatan dan kejahilan ahli bid’ah, merela telah mencampur adukan antara lafazh yang satu dengan lafazh yang lain. Sebagian dari mereka ada yang menafsirkan lafazh Islam menurut arti bahasa saja, oleh karena itu kelompok ahli bid’ah ini mengatakan, bahwa siapa saja yang menyerah dan pasrah kepada Tuhan dia adalah Islam!!.

14.  Mereka berdalil dengan dalil-dalil yang umum dan

mutlak untuk sesuatu yang khusus yang muqayyad

( terkait ) dengan sesuatu seperti bilangan, waktu, tempat dan

sifat. Perbuatan yang seperti ini pada hakekatnya telah merubah

dalil dari ayat dan hadits dari tempat dan maksud yang dikendaki

oleh Allah dan Rasul-Nya dengan cara yang sangat tersembunyi

seperti perbuatan ahli kitab.

15. Mereka berpegang dengan sebagian dalil ( ayat dan

hadits ) dan meninggalkan sebagian yang lain.

16. Mereka berpegang dengan keumuman dan kemutlakan

sebagian ayat untuk menolak hadits-hadits yang datang

secara terperinci.

17. Mereka meninggalkan zhahir dalil ( ayat dan hadits )

kepada ta’wil-ta’wil yang batil.

18. Menyalahi ijma’ Shahabat

19. Mempergunakan qiyas ketika ada nash

Sumber : Kitab Lau Kaana Khairan

Labasaquunaa Ilahi

Ustadz : Abdul Hakim bin Amir Abdat

Di posting : Ahmad Haris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: